Musisi dan vokalis band legenda “Genesis”, Peter Gabriel, meyakini mesin AI, Artificial Intelligence, akan dapat melakukan sebagian besar pekerjaan yang dilakukan para musisi dimasa depan. Untuk itu, menurut Peter, musisi harus mulai membiasakan diri.

Menurut musisi yang kini berusia 73 tahun, manusia harus menerima bahwa AI pada akhirnya akan mengambil alih planet ini dan artis harus mulai bekerja dengan “alat baru yang kuat” alih-alih menentangnya.

“Dengan beberapa AI, separuh artis ingin bermain dengannya dan ada juga yang ingin mematikannya. Namun menurut saya, Anda akan lebih baik jika bekerja dengan alat baru yang hebat, daripada hanya menggerutu atau berpura-pura itu tidak ada,” ungkap Gabriel.

Peter – yang menetapkan tugas untuk merilis musik baru setiap bulan purnama, yang berpuncak pada album ‘i/o’, album pertamanya dalam lebih dari dua dekade, akhir tahun ini – percaya bahwa wilayah termiskin di dunia akan mendapat manfaat dari “pendidikan teknologi tinggi dan kesehatan”.

Ditanya dari mana dia mendapatkan ketertarikannya pada teknologi dan sains? “Ayah saya adalah seorang penemu, jadi saya dibesarkan dengan keyakinan bahwa kami dapat menciptakan alat yang akan mengubah hidup kami,” ujar Gabriel seperti dilansir MusicNews.

“Kami menerima begitu saja bahwa hal-hal seperti Google dan Wikipedia ada di sana, tetapi seberapa banyak hal itu telah mengubah hidup kita? Atau ponsel, yang merupakan produk sampingan dari perlombaan luar angkasa.” jelas Gabriel.

Ditanya dalam edisi baru majalah Uncut, apakah dia pernah mendengar Nick Cave menyebut lagu yang dibuat oleh perangkat lunak ChatG PT dengan gaya penyanyi sebagai “ejekan aneh tentang apa artinya menjadi manusia”?

Gabriel lantas menjawab,”Saya pikir itu a agak seperti Raja Canute di pantai, sayangnya. Itu datang. Kami baru saja membangunnya, kami tidak tahu apa yang akan dicapainya. Saya tidak bisa memikirkan siapa pun yang pekerjaannya tidak dapat dilakukan dengan lebih baik oleh Al di 10 tahun, mungkin lima tahun.”

“Misalnya, ketika saya berkendara ke studio dengan Tesla saya, Tesla melakukan banyak hal untuk saya – tetapi saya tetap memegang kemudi. Hal yang sama akan terjadi lebih banyak dalam proses apa pun, termasuk kreativitas.” [bbs/rol/foto:istimewa]