CEO Recording Academy Harvey Mason Jr mengatakan, musik dengan suara atau instrumen hanya akan dihargai jika ditulis dan dibawakan oleh manusia. Sementara untuk musik yang dihasilkan kecerdasan buatan (AI) berbeda nasibnya.

“Pada titik ini, kami akan mengizinkan pengiriman musik dan konten AI, tetapi Grammy hanya akan diizinkan untuk pencipta manusia yang telah berkontribusi secara kreatif dalam kategori yang sesuai,” kata Mason dalam sebuah wawancara dengan Grammy.com.

Mason mengatakan dalam kategori berbasis penulisan lagu, yang akan memenangkan Grammy harus ditulis oleh manusia. Hal yang sama berlaku untuk kategori performance.

“Jika AI yang menulis lagu atau menciptakan musik, itu pertimbangan yang berbeda. Tapi Grammy akan diberikan kepada pencipta manusia pada saat ini,” ujarnya.

Berdasarkan komentar dari Mason, artinya, lagu Drake/The Weeknd Heart on My Sleeve yang menjadi viral awal tahun ini tidak akan memenuhi syarat. Hingga saat ini masih banyak lagu dihasilkan AI yang bertebaran.

Dilansir Engadget, Rabu (21/6/2023), penipu buatan AI lainnya menjual trek Frank Ocean palsu pada bulan April seharga 9.722 dolar AS sementara Spotify sibuk membersihkan puluhan ribu lagu buatan AI dari perpustakaannya.

Di sisi lain, ini menimbulkan pertanyaan tentang artis seperti Holly Herndon yang menggunakan versi AI dari suaranya untuk cover lagu Jolene karya Dolly Parton. Belum lama ini, Paul McCartney juga menggunakan AI untuk merilis trek The Beatles terakhir dari suara John Lennon.

Mendapat penghargaan atau tidak, Mason mengakui AI akan menjungkirbalikkan industri musik. Menurut dia, AI akan memiliki andil dalam membentuk masa depan industri musik.

“Ada banyak hal yang perlu ditangani seputar AI karena terkait dengan industri kami. Kami juga membahas bagaimana Recording Academy dapat memainkan peran dan masa depan AI dalam musik,” ucap dia. ~ Engadget

https://youtube.com/watch?v=7HZ2ie2ErFI