Unit musik spesialis pelantun lagu-lagu The Beatles, G-Pluck, membawakan sebuah lagu permintaan salah seorang penggemar berkebutuhan khusus bernama Paula pada hari kedua Liverpool International Beatleweek Festival 2023.

“Kami membawakan lagu teristimewa bagi Paula di sini yang sangat menggemari The Beatles dan menyukai lagu ‘Yellow Submarine’. Ayo kita mainkan dengan tempo yang terjaga, ya!” pinta pemain bass G-Pluck Awan Garnida kepada rekan-rekannya di atas panggung di Liverpool, Inggris Raya, Kamis (24/8) waktu setempat.

Maka, lagu yang ditulis oleh Paul McCartney dan John Lennon dari album Revolver tahun 1966 itu pun mengalun mulus diiringi koor massal para penonton Beatleweek Festival dan tentunya Paula yang terlihat amat gembira.

Pada penampilan kali ini, G-Pluck yang digawangi Awan Garnida (bass), Gilang Pramudya (gitar/vokal), Fery Gustian (gitar/vokal), Beni Pratama (drums), dan Aufa Kantadiredja (keyboard/vokal), bermain di panggung Cavern Club Front dengan nuansa rubanah yang mengingatkan setiap penikmat musik The Beatles pada masa awal karier John Lennon dkk.

“Bermain di Cavern membuat saya bergidik karena tempat ini sangat monumental bagi karier The Beatles. Di sini, saya seolah merasakan kehadiran mendiang George Harrison dan John Lennon yang memperhatikan permainan gitar saya di setiap lagu,” kata gitaris G-Pluck Fery Gustian.

Bermain selama sekitar 45 menit, pada penampilan kali ini G-Pluck membawakan sejumlah nomor hit di antaranya “Rock ‘n’ Roll Beethoven”, “Twist and Shout”, “I Want to Hold Your Hand”, “In My Life”, “Please Please Me”, “She Loves You”, “Rock ‘n’ Roll Music”, dan “If I Fell”.

Sementara itu, salah seorang pengagum berat The Beatles bernama Clive asal Liverpool, mengakui kepiawaian G-Pluck dalam membawakan lagu-lagu milik The Fab Four tersebut. Menurut dia, G-Pluck pantas menyandang predikat sebagai salah satu band tribute The Beatles terbaik yang tampil pada gelaran Liverpool International Beatleweek Festival 2023.

“Band ini (G-Pluck) benar-benar terlihat bagus dalam segala hal. Misalnya, ketepatan memainkan nada, lirik lagu, pemilihan urutan lagu, gaya berpakaian, hingga kemampuan menguasai audiens,” puji Clive yang juga tergabung dalam sebuah band bernama Charisma.

Clive menambahkan bahwa dia sudah dua kali melihat penampilan G-Pluck pada gelaran Liverpool International Beatleweek Festival kali ini.

Menurutnya, ada beberapa band dari Eropa dan Asia yang cukup baik dalam melakukan interpretasi terhadap musik The Beatles. G-Pluck, kata Clive, memiliki orisinalitas yang berbeda saat berada di atas panggung. “Atmosfer yang mereka bangun sungguh hebat,” kata dia.

G-Pluck akan kembali tampil di panggung Cavern Pub pada Jumat (25/8) pukul 4 sore waktu setempat di Beatleweek, festival terbesar sejagat bagi para penggemar The Beatles dari seluruh belahan dunia.

Usai bermain di Liverpool, G-Pluck akan melanjutkan rangkaian tur mereka, yang mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bank BCA, dan JavaMifi, ke beberapa lokasi di Belanda dan Jerman.

Di Belanda, G-Pluck akan tampil di Langweer Friesland, Cafe de Welp Reduzum, dan Tong Tong Fair Den Haag. Setelah itu, mereka akan meneruskan perjalanan ke Jerman untuk bermain di Alte Feuerwache Köln dan Indra Klub Hamburg.

sumber : KBN Antara
Foto: Istimewa